Rabu, 04 November 2009

ALERT!!!! CERVIX CANCER

ALERT!!!! CERVIX CANCER
PEMBUNUH WANITA NO.1 di INDONESIA

Kanker cervix (leher rahim) adalah tumor ganas yang tumbuh di daerah leher rahim, yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dan liang senggama (vagina). Penyakit infeksi menular seksual dan HUMAN PAPILLOMA VIRUS mempunyai peranan penting dalam kebanyakan kasus kanker cervix.

Apa gejala yang dirasakan?
Perjalanan penyakit diawali adanya pembakal kanker atau lesi pra kanker. Perubahan pra kanker ini biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak terdeksi, kecuali jika wanita tersebut menjalani pemeriksaan panggul atau pap smear.
Gejala yang dirasa biasanya baru muncul ketika sel cervix yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan sekitarnya. Pada saat ini dapat timbul gejala seperti gangguan menstruasi, pendarahan vagina, serta keputihan. Jika kanker berkembang lebih lanjut maka dapat timbul gejala-gejala sepertiberkurangnya nafsu makan, penurunan berat badan, nyeri panggul, keluar air kemih dan tinja dari vagina, pendarahan vagina setelah berhubungan sex, perdarahan diantara dua periode menstruasi, dan pendarahan setelah menopause.

SIAPA SAJA WANITA YANG BERESIKO TINGGI TERKENAKANKER CERVIX?

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko seorang wanita terkena kanker cervix:

1. Banyak partner sex.
Semakin banyak jumlah partner sex semakin besar kemungkinan untuk terkena HUMAN PAPILLOMA VIRUS adalah pemicu kanker cervix.

2. Aktivitas seks dini.
Melakukan hubungan sex sebelum umur 18 tahun meningkatkan resiko untuk terkena HUMAN PAPILLOMA VIRUS. Sel muda cenderung lebih rentan mendapatkan perubahan pre-kanker yang disebabkan oleh Human Pappilloma Virus.

3. Penyakit Infeksi menular seksual.
Keputihan karena chlamydia, gonorrhea, syphilis atau HIV/AIDS pada wanita lebih memuudahkan terjdinya infeksi Human Papilloma Virus.
4. Penurunan sistem pertahanan tubuh.
Jika sistem pertahanan tubuh seseorang menurun maka akan lebih mudah terkena virus Human Papilloma Virus.

5. Merokok.
Merokok dapat meningkatkan perubahan sel normal menjadi pra kanker dan peluang terjadinya kanker cervix 2x lebih tinggi dibandingkan dengan wanita bukan perokok.

6. Gaya hidup yang tidak sehat.
Konsumsi banyak makanan yang mengandung MONOSODIUM GLUTAMAT dalam makanan instan dan makan makanan yang dibakar diduga meningkatkan peluang terjadinya penyakit kanker.

7. Ibu yang melahirkan banyak anak.

Kanker cervix ini mengintai dan mengancam kaum wanita, karena jumlah kematian akibat penyakit ini pada kaum wanita meningkat setiap tahunnya bahkan telah menjadi pembunuh wanita nomor 1 di Indonesia. Saat ini diperkirakan SETIAP 1 JAM ADA SATU WANITA DI INDONESIA MENINGGAL AKIBAT KANKER CERVIX. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa kanker cervix telah merenggut nyawa lebih dari 5 juta wanita diseluruh dunia. Kondisi serupa juga tejadi di Indonesia, diperkirakan ada 90-100 wanita menderita kanker cervix diantara 100.000 orang penduduk Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar