Rabu, 03 Maret 2010

KETIDAKADILAN TERHADAP PRT

Pasal 28D ayat 2

"Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja."

contoh kasus :

Banyak dari Pekerja Rumah Tangga (PRT) perempuan menghadapi pelanggaran HAM dalam pekerjaan mereka. Sering kali mereka dipaksa untuk bekerja sejak usia sedini 12 tahun. Mereka mengalami eksploitasi ekonomi, bekerja dalam kondisi yang buruk serta mengalami diskriminasi berbasis gender. Banyak dari mereka menjadi sasaran kekerasan fisik, psikologis dan seksual.


Kondisi buruk yang mereka alami seringkali tidak terlihat karena minimnya jaminan hukum yang terkait dengan pekerjaan mereka, rendahnya status sosial dan kenyataan bahwa mereka bekerja di rumah-rumah pribadi. “Ketidaknampakan” ini membuat situasi mereka tidak diketahui, tersamarkan ataupun tidak dipedulikan.

Kasus ini memang sangat memprihatinkan sekali kondisi ini bukan hanya dialami oleh mereka yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di luar negeri melainkan juga didalam negeri. Apalagi kasus pelanggaran HAM terhadap PRT yang berada didalam negeri saja tidak mendapatkan perhatian atau keadilan. Bagaimanakah dengan nasib para PRT yang berada di luar negeri. Dari hal inilah bisa kita lihat betapa tidak adilnya penegakan hukum yang ada di Indonesia bagi mereka yang bukan kalangan tidak mampu.


Kasus-kasus kekerasan dan eksploitasi semacam ini memang sering sekali terjadi. Para PRT terisolasi dari keluarga dan teman, tidak memiliki jaminan hukum dalam pekerjaannya, dan seringkali mereka takut kepada polisi. Mereka juga menghadapi risiko kehilangan pekerjaan kalau mereka berani bicara – risiko yang terlalu berat bagi mereka.




0 komentar:

Poskan Komentar