Rabu, 03 Maret 2010

STOP ABORSI

Pasal 28A

" Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya ".

contoh kasus :

STOP ABORSI

ABORTUS CRIMINALIS merupakan tindakan yang tidak selaras dengan norma agama, hukum dan norma sosial. Namun tetap saja ada orang-orang tertentu yang melakukannya secara sembunyi-sembunyi.

Di setiap negara terdapat undang-undang tersendiri yang mengatur boleh tidaknya aborsi dilakukan. Di negara kita, aborsi jelas-jelas merupakan tindakan yang tidak di benarkan. Seperti yg tertera di UU pasal 28A bahwa “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya”.

Karena bagaimanapun juga yang mengatur lahir hidup dan matinya manusia, bukan manusia yang menentukan. Namun ada yang lebih berkuasa yakni Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena aborsi bagaimanupun itu tidak dibenarkan, maka hendaknya hindarkan praktik aborsi yang terlarang karena tindakan ini merupakan hal yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang ada.

Di Indonesia aborsi diperbolehkan jika untuk menyelamatkan seorang ibu karena janin yang dikandungnya memiliki kelainan, Seperti contohnya tidak memiliki otak atau memiliki penyakit lainya yang kronis. Tindakan aborsi seperti ini biasa disebut dengan ABORTUS MEDISINALIS.

Dan bisa kita lihat dalam menangani kasus seperti ABORTUS KRIMINALIS ini tentu saja pemerintah harus segera mengambil langkah yang tepat untuk mencegah tindakan ini. Apalagi bisa kita lihat pada sekarang ini tindakan aborsi sudah semakin kian marak sekali di masyarakat. Dan memiliki tingkat prosentase yang kian bertambah dari tiap tahunnya, dengan ditambahnya lagi praktik aborsi ilegal. Hal ini tentu saja bertentangan sekali dengan undang-undang yang ada. Karena sesungguhnya janin yang berada di dalam kandungan sang ibu juga berhak untuk hidup.

0 komentar:

Poskan Komentar