Rabu, 03 Maret 2010

STOP EKSPLOITASI PADA ANAK.

PASAL 28 ayat 2

"Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi".


CONTOH KASUS :

Di negeri ini, masih banyak orangtua yang tidak mengerti betul tentang hak-hak anak dan kewajibannya. Orangtua masih lebih cenderung memaksa anak, mengendalikan anak sesuai dengan kehendak orangtua, bukan berdasar pada potensi dan minat yang dimiliki sang anak.


Padahal setiap tahunnya kita selalu merayakan HARI ANAK NASIONAL (HAN), tetapi sepertinya sepertinya acara peringatan ini hanya sebuah ceremonial belaka. Karena sampai dengan detik ini masih banyak sekali jutaan anak Indonesia yang sedang terpuruk dalam kehidupan yang mengerikan.


Seperti hidup lantang luntung di jalanan, menjadi pengemis, pengamen, menjadi pekerja paksa, tidak mempunyai tempat tinggal, hingga yang paling memprihatinkan adalah kekerasan pada anak-anak.


Kejadian seperti ini memang sangat memprihatinkan sekali karena bagaimanapun juga anak-anak juga mempunyai Hak. Seperti hak hidup (secara fisik), hak identitas (termasuk agama), hak kesejahteraan sosial, hak kesejahteraan ekonomi, hak berserikat dan berkumpul, hak menyatakan pendapat, hak mendapatkan informasi, dan juga hak mendapatkan perawatan kesehatan.


Anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa. Anak mempunyai peran yang strategis dalam menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan, oleh karena itu setiap anak perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial dan berahlak mulia.

0 komentar:

Poskan Komentar