Minggu, 27 Februari 2011

Jakarta dan Kemacetannya


Presdir PT Toyota-Astra Motor, Johnny Darmawan, rabu 23 februari 2011 lalu berpendapat di Hotel Indonesia-Kempinski, Jakarta. "Lho kok kami yang disalahkan. Kami itu memberikan solusi, dengan memberikan lapangan kerja,”


Johnny menilai untuk kemacetan seharusnya bukan produsen yang disalahkan. "Mungkin memang infrastrukturnya yang salah, seperti fasilitas transportasi massal yang tidak memadai," kata Johnny.


Ya, mungkin memang benar kesalahan bukan hanya berada pada produsen, tetapi justru hal ini lah yang lebih mendukung faktor-faktor terjadinya kemacetan.. Selain karena faktor infrastruktur jalan yang kurang, dimana fasilitas jalanan yang sudah tidak dapat menampung. Dan ditambah lagi dengan pengendara yang tidak menaati peraturan lalu lintas.


Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya menyebutkan akan ada 12 juta kendaraan hilir mudik pada tahun 2011 di jalan Jakarta. Diperkirakan, bila tidak diambil langkah cepat dan tepat, lalulintas Jakarta akan lumpuh. Polisi merilis tahun 2010 ini jumlah kendaraan di Jakarta mencapai 11.362.396 unit kendaraan. Terdiri dari 8.244.346 unit kendaraan roda dua dan 3.118.050 unit kendaraan roda empat. Jika jumlah kendaraan tahun ini ditambah dengan masuknya kendaraan baru sebanyak 700 ribu kendaraan, maka akan ada 12 juta kendaraan menyemut di jalan Jakarta.


Di Jakarta hanya ada dua transportasi yang cukup nyaman namun itupun belum tentu memadai yaitu TransJakarta dan juga KRL. Kedua transportasi ini lah merupakan tulang punggung transportasi di Jakarta saat ini. Namun seiring berjalan nya waktu transportasi ini pun tidak bisa menampung dengan baik lagi. Dikarenakan karena kurangnya perawatan fasilitas dan pelayanan yang ada., yang membuat pengguna pun tak nyaman. Yang ujung-ujungnya masyarakat akan lebih memilih menggunakan transportasi pribadi, karena dianggap lebih efisien dan efektif.


Dari hal ini dapat disimpulkan seandainya, jika pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat membenahi fasilitas transportasi yang ada. Karena salah satu kunci memecahkan kemacetan lalu lintas Jakarta, adalah ketersediaan moda angkutan umum massal yang mumpuni dan perluasan badan jalan raya. Kemudian penertipan secara besar-besaran kendaraan yang ada di lalu lintas dan perencanaan pengembangan proyek jalan raya. Selain itu Pemda DKI hendaknya juga mengkaji kebijakan perparkiran sebagai langkah penegakan hukum terutama untuk kendaraan yang parkir di bahu jalan.



1 komentar:

benniantoni mengatakan...

kalo menurut gw dua2nya salah cul
hausnya produksi kendaraannya juga dikurangi ....
hehehehhe

Poskan Komentar