Minggu, 10 April 2011

Resensi Karya Tulis


cerita David Pelzer adalah salah satu kasus yang paling parah didokumentasikan penganiayaan anak di California. Novel ini adalah yang pertama dari rangkaian peristiwa mengerikan pelecehan anak. Meskipun "mudah dibaca" dalam hal sastra konten membuat sulit untuk melewati. Sulit untuk memahami bagaimana seperti seorang ibu yang peduli berubah menjadi rakasa ketika alkoholisme mengambil alih.

Siapapun yang melakukannya adalah orang yang lemah. Mengapa? Karena ia hanya mampu menindas makhluk yang jauh lebih lemah dari padanya. Berhadapan dengan orang yang kekuatannya setara, ia tak bakal mampu berbuat apa-apa.

Memoar korban child abuse, Dave Pelzer, serta bagian pertama dari trilogi kisah hidupnya ini menceritakan siksaan, hinaan, kekejaman yang dilakukan ibu kandungnya sendiri ketika ia masih kecil. Beberapa orang yang telah membaca buku ini bisa jadi ragu-ragu akan kebenaran ceritanya, karena hal-hal yang dilakukan sang ibu kepada Dave kecil sungguh tidak masuk akal dan gila.

Terlepas dari hal itu, bagi saya buku ini membawa dua pesan. Pesan yang pertama adalah bagi para orang tua. Jangan sekali-kali menyiksa anakmu. Didikan bisa saja diberi secara fisik, tapi orang tua yang baik tentunya tahu batasan antara mendidik dan menyiksa.

Pesan yang kedua adalah bagi para korban child abuse, buku ini dapat menjadi penyemangat bagi mereka. Sangat jarang korban child abuse yang berhasil keluar dari traumanya. Kekerasan dan pelecehan yang dialami sejak dini bisa menghantui seluruh hidup si anak sehingga kemauan bertahan hidupnya lemah, ia bertumbuh dengan rasa rendah diri dan mental terganggu. Dave Pelzer, dengan perjuangan keras dan dukungan tanpa henti orang-orang yang mengasihinya, berhasil keluar dari traumanya.

2 komentar:

Zarwin Zakaria mengatakan...

nice writting n nice blog...

Annisa Prawidya Blog's mengatakan...

thank you :)

Poskan Komentar