Sabtu, 01 Oktober 2011

Makin mewabahnya sejumlah bisnis yang tidak beretika

Perubahan bisnis yang terjadi sekarang ini, menjadikan berubahnya etika para pelaku bisnis dalam mengembangkan bisnisnya. Etika yang saya maksudkan disini tentunya bukan menjurus ke arah yang positif namun cenderung ke arah yang negatif. Yang tentunya tidak hanya merugikan pelaku bisnisnya saja melainkan pihak konsumen lah yang lebih merasakan dampaknya. 


Jadi, Apakah Etika itu?
Etika adalah sebuah ilmu yang obyek kajiannya adalah nilai-nilai moral yang diterima suatu masyarakat. dalam kehidupan manusia, moral bertindak sebagai pendorong manusia untuk melakukan perbuatan yang baik, sedangkan etika bertindak sebagai rambu-rambu yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok.


Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa etika itu sangat berkaitan dengan bisnis,  Etika bisnis yaitu nilai – nilai atau norma – norma yang benar dalam kegiatan ekonomi,bisnis, jadi sebagai contoh apabila seorang pebisnis telah melakukan atau menaati norma dan nilai yang ada didalam suatu bisnis maka pebisnis itu telah melakukan etika bisnis. 


Seperti yang kita sering jumpai sekarang ini banyak sekali produk-produk yang dijual di pasaran yang kondisinya tidak layak untuk di konsumsi. Seperti makanan yang telah kadaluarsa, yang menggunakan bahan pengawet yang berlebihan. Yang tentunya jika dikonsumsi secara terus menerus sangat berdampak bagi kesehatan. Pada dasarnya penjualan produk kadaluarsa tersebut dijual kembali hanya karena sang pebisnis tidak ingin merugi. Dan juga penggunaan bahan pengawet yang diharapkan produk yang dijual dapat bertahan lama. Padahal dengan perilaku yang tidak beretika seperti itu dapat menjadikan bisnis tersebut jauh lebih merugi.  Apalagi sekarang bukan hanya dari sejumlah produk makanan saja. Tetapi beberapa produk mainan anak, Produk Kosmetik, dan lain-lain.

Dari kejadian tersebut bisa kita simpulkan bahwa sekarang ini para pelaku bisnis hanya berorientasi pada "LABA" yang ujung-ujungnya konsumen lah yang mendapat dampaknya. Seharusnya para pebisnis harus tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung.

Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara, tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah.

0 komentar:

Poskan Komentar